FORUM GENERASI ISLAM

SELAMAT DATANG DI FORUM GENERASI ISLAM, BERDIRI DI ATAS DAN UNTUK SEMUA GOLONGAN DGN IZIN DARI ALLAH SWT
 
IndeksTOP POTERSCalendarGalleryFAQPencarianGroupPendaftaranLogin
< class="" height="25">
Pencarian



Display results as :

Rechercher Advanced Search
< class="" height="25">
Latest topics
Buy generic cialis online now
Thu Aug 04, 2011 11:25 am by

ubiquitous
Thu Aug 04, 2011 6:45 am by

hotele w polsce nad morzem
Wed Aug 03, 2011 6:17 pm by

No Good Pills Org Website
Wed Aug 03, 2011 3:17 pm by

free video bonus slots online
Wed Aug 03, 2011 12:14 pm by


Wed Aug 03, 2011 9:35 am by


Wed Aug 03, 2011 9:20 am by


Wed Aug 03, 2011 4:51 am by

Post-Traumatic Stress Disorder Associated With More, Longer Hospitalizations
Wed Aug 03, 2011 3:50 am by

< class="" height="25">
Forum
< class="" height="25">
Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
< class="" height="25">
Poll
< class="" height="25">
Affiliates
free forum

DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH

Topik sebelumnyaTopik selanjutnyaGo down
Pengirim Message
blok_underground
Admin
Admin


Male
Age: 28 Registration date: 12.09.08 Jumlah posting: 58 Lokasi: mesir hobbies: baca buku dan mengarungi dunia islam

PostSubyek: DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH Mon Sep 15, 2008 10:52 pm

Qowa'idul fiqhiyyah

Makna al qowai'd, secara bahasa, istilah dan secara fiqh.

1. KAIDAH PERTAMA : النية شرط لسائر العمل بها الصلاح والفساد للعمل An niyatu sartun lisairil 'amal biha sholaku wal fasadu lil'amal

Niat itu adalah syarat bagi semua amalan dalam ibadah dengan niat akan diketahui baik & buruknya amalan.

2. KAIDAH KEDUA الدِّينُ مبني على المصالح في جلبِها والدرء للقبائح Ad dinu mabniyun 'ala masholihi fi jalbiha wa dar ii lilqobaiihi

Agama ini bangun untuk kebaikan dan maslahat dalam penetapan syariatnya dan untuk menolak kerusakan.

3. KAIDAH KETIGA فإذا تزاحم عدد المصالحِ يُقدَّم الأعلى من المصالحِ

Jika
dalam suatu masalah bertabrakan antara manfaat satu dengan yang lainnya
maka di dahulukan & diambil manfaat yang paling besar / tinggi

4. KAIDAH KEEMPAT وضدُّه تزاحمُ المفاسدِ فارْتَكِب الأدنى من المفاس WADHIDDUHU TAZAKUMUL MAFASIDDI FARTAKABU ADNA MINAL MAFASIDI

Adapun lawannya jika bertabrakan antara mudharat satu dengan yang lainya maka diambil mudharat yang paling kecil dan ringan

5. KAIDAH KE LIMA ومن قواعد الشريعة التيسير في كل أمر نابه تعسير WAMIN QOWAI'IDIS SARI'ATIT TAISIRU FI KULLI AMRIN NAABAHU TA'SIR

Dan termasuk qaidah syari'ah adalah mudah dalam setiap perkara sebagai ganti dari kesulitan ( kesusahan )

6. KAIDAH KE ENAM وليس واجب بلا اقتدار ولا مُحَرَّم مع اضطرار WALAISA WAJIBUN BILAA IQTIDARIN WALAA MUHAROMUN MA'AADH DHOROR.

Tidak menjadi kewajiban jika tidak mampu mengerjakan dan tidak ada keharaman dalam keadaan darurat ( bahaya )

7.KAIDAH KE TUJUH وكل محظور مع الضرورة بقدر ما تحتاجه الضرورة Wa kullu mahthurin ma'ad dhorurohi bi qodri maa tahtaajuhu ad dhorurotu

Setiap
hal yang dilarang itu di bolehkan jika dalam kondisi yang darurat,
tetapi sesui dengan kadar yang dibolehkan saja untuk menghilangkan
darurat itu.

8. KAIDAH KE DELAPAN وترجع الأحكام لليقين فلا يزيل الشكُ لليقين Wa turja'ul ahkamu lillyaqini falaa yuziilus sakku lillyaqini

Dan dikembalikan hukum itu kepada yang diyakini dan keraguan tidaklah membatalkan keyakinan itu.

9. KAIDAH KE SEMBILAN والأصل في مياهنا الطهارة والأرض والسماء والحجارة wal aslu fi miyahinaa at thohaarotu wal ardhu was sama'u wal hijaarotu

Hukum asal air tanah, langit dan batu adalah suci.

10. KAIDAH KESEPULUH الأصل في الأبضاع واللحوم والنفس والأموال التحريم al aslu fil abdho'i wal luhuumi wan nafsi wal amwaali at tahrim

Hukum asal dalam hal perkawinan ( kemaluan ), daging hewan dan jiwa/nyawa dan harta adalah haram.

11.KAIDAH KESEBELAS والأصل في عاداتنا الإباحة حتى يجيء صارف الإباحة Wal aslu fi 'aadaatinal ibaahati hatta yajii u sooriful ibahah

Dan hukum asal dalam kebiasaan ( adat istiadat ) adalah boleh saja sampai ada dalil yang memalingkan dari hukum asal.

12. KAIDAH KE DUA BELAS الأصل في العبادات التحريم Al aslu fil ibaadati at tahrim

Hukum asal ibadah adalah haram.

13. Kaidah ke tiga belas الوسائل تعطى أحكام المقاصد al wasailu tu'thii ahkamul maqosid

Semua sarana suatu perbuatan hukumnya sama dengan tujuannya ( perbuatan tersebut ).

Kaidah petama :

النية شرط لسائر العمل بها الصلاح والفساد للعمل
An niyatu sartun lisairil 'amal biha sholaku wal fasadu lil'amal

Artinya : niat itu adalah syarat bagi semua amalan dalam ibadah dengan niat akan diketahui baik & buruknya amalan.

وقد عبر بعض العلماء عن هذه القاعدة بعنوان آخر فقالوا: لا ثواب إلا بنية،
Ada sebagian ulama' mengemukakan qaidah ini dengan lafad & siya' ( susunan kata ) yang berbeda : yaitu : la sowaba illa binniyat ( tidak sah suatu amalan kecuali dengan niat )
Atau redaksi yang lain mengatakan ( jumhur ulama') : الأمور بمقاصدها، : al umuru bimaqosidiha
Segala sesuatu amalan tergantung niat & tujuannya
Kembali Ke AtasGo down
Lihat profil user http://generasi-islam.foruminute.com
blok_underground
Admin
Admin


Male
Age: 28 Registration date: 12.09.08 Jumlah posting: 58 Lokasi: mesir hobbies: baca buku dan mengarungi dunia islam

PostSubyek: Re: DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH Mon Sep 15, 2008 10:54 pm

Penjelasan secara ringkas :

ذكر
المؤلف هنا أن النية شرط لتصحيح العمل، والمراد بالنية القصد- يقال: نوى
كذا بمعنى قصده، ويراد بالنية في الاصطلاح العزم على الفعل، فمن عزم على
فعل من الأفعال قيل بأنه قد نواه، وبعض العلماء يعرف النية بأنها قصد
التقرب لله - عز وجل - وهذا لا يصح؛ لأن النية على نوعين: نية صحيحة بقصد
التقرب لله - عز وجل - ونية التقرب لغيره، وهذه أيضا من أنواع النيات،
ولكل حكمه.
Pengarang ( as syeikh abdur rahman as sa'di )
menyebutkan di sini : bahwasanya niat merupakan syarat sah tidaknya
suatu amalan, adapun yang di maksud niat adalah : a' qosdu ( tujuan
& keinginan) jika di katakan : nawa kadha : artinya : madsud &
tujuannya) adapun makna niat secara istilah :" al azmu 'alal fi'il (
berkeinginan kuat untuk mengerjakan suatu amalan ) maka barang siapa
yang memiliki keinginan kuat untuk berbuat suatu amalan maka sudah di
katakan itu dia telah berniat, dan sebagian ulama' menjelaskan arti
niat maknanya : " berkeinginan & bertujuan mendekatkan diri kepada
allah , dan ini kurang tepat , karena disana ada 2 kemunkinan : niat
yang benar untuk mendekatkan diri kepada allah dan ada pula niat untuk
mendekatkan diri kepada selain allah, dan ini juga termasuk niat , dan
semuanya ada hukum dan perinciannya.


Dari qaidah ini ada 2 penjelasan yang pertama :
1.Dalil niat merupakan syarat amalan.
2. kedudukan dan fungsi niat.


Dalilnya dari hadist umar ibnu khotob :
وعن
أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب قال: سمعت رسول الله يقول: إنما
الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله
فهجرته إلى الله ورسوله، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها
فهجرته إلى ما هاجر إليه( متفق عليـــه )
Dari Amirul
Muminin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata:
Saya mendengar Rasulullah Shallallahualaihi wasallam bersabda :
Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya
setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa
yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan
Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan
siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena
wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai
sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits, Abu
Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah
Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al
Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab
yang paling shahih yang pernah dikarang) .


وهذا
الحديث حديث عظيم حتى قال طائفة من السلف، ومن علماء الملة: ينبغي أن يكون
هذا الحديث في أول كل كتاب من كتب العلم؛ ولهذا بدأ به البخاري -رحمه
الله- صحيحه، فجعله أول حديث فيه حديث إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل
امرئ ما نوى بحسب اللفظ الذي أورده في أوله.
وهذا الحديث أصل من أصول الدين، وقد قال الإمام أحمد: ثلاثة أحاديث يدور عليها الإسلام:
حديث عمر: إنما الأعمال بالنيات .
وحديث عائشة: من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد .
وحديث النعمان بن بشير: الحلال بين والحرام بين
Hadist
ini merupakan hadist yang amat agung sehingga sebagian ulama' salaf
berkata: " hendaknya hadist ini diletakkan diawal kitab dari
kitab-kitab ilmu agama, karena itulah imam bukhari memulai menulis
hadist dalam kitab shohihnya dengan hadist ini ( inamal a'malu
binniyat ) sesuai lafad yang kami camtumkan diatas.
Dan hadist
ini merupakan salah satu usul ( pondasi ) dari sekian pondasi agama,
dan telah berkata imam ahmad : " tiga hadist yang berputar & di
bangun di atasnya islam yaitu :

1 hadist umar RA ini : inamal a'malu binniyat. ( sesunggunya amalan tergantung niyatnya )
2yang
kedua hadistnya aisyah RA : " barang siapa mengada-ada ( berbuat bid'ah
) suatu amalan dalam agama kami ( islam ) yang tidak ada contohnya (
dari rasulullah ) maka amalanya tertolak ( lihat arbai nawawi hadist ke
5 ) .
3. hadistnya nu'man bin basyir : sesunggunya halal telah jelas dan haram sudah jelas ( lihat arbain nawawi hadist ke 6 )
Kembali Ke AtasGo down
Lihat profil user http://generasi-islam.foruminute.com
blok_underground
Admin
Admin


Male
Age: 28 Registration date: 12.09.08 Jumlah posting: 58 Lokasi: mesir hobbies: baca buku dan mengarungi dunia islam

PostSubyek: Re: DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH Mon Sep 15, 2008 10:56 pm

adapun kedudukan & fungsi niat adalah :
kedudukan
niat adalah didalam hati tidak ada tuntunan dari rasulullah untuk
menlafadkan niat & menjaherkannya, kecuali ibadah haji /umrah

fungsi niat adalah :
1. untuk membedakan amalan itu ibadah ataupun adat dan perbuatan biasa.
Misal
: mandi , mandi ini adalah hal biasa, namun jika dilakukan dengan niat
ibadah , maka mandi ini akan bernilai ibadah, misal mandi wajib, mandi
sebelum ihram, mandi sebelum sholat jum'at, begitu juga orang
berkumur-kumur kemudian mencuci muka dan tangan dan mengusap kepala
serta kaki , kalo dilakukan habis bangun tidur dengan tujuan biar
bersih maka ini adalah hal biasa bukan ibadah, namun jika di lakukan
dengan niat wudhu maka inilah ibadah dsb.
2. untuk membedakan amalan satu dengan yang lainnya.
Misalnya:
orang menjamak sholat dhuhur dan asar, keduanya dilakukan dalam satu
waktu & sama-sama 4 raka'at , maka untuk membedakan ini sholat
dhuhur & itu sholat asyar adalah dengan niat, atau misalnya : kita
masuk masjid kemudian kita sholat 2 raka'at , ada kemunkinan kita
melakukan sholat tahiyatal masjid atau sholat sunnah qobliyah ( sunnah
rawatib ) untuk membedaknya adalah dengan niat dsb.
Dan dengan niat
akan diketahui benar salahnya amalan itu, karena syarat ibadah selain
niat adalah iklash dan mutaba'ah ( mengikuti sunnah nabi ) dan ibadah
apapun harus memenuhi syarat ini, sedang iklhas ataupun tidak amalan
tersebut juga tergantung niatnya , kalo niyatnya iklhas maka ibadahnya
benar tapi kalo niatnya riya' maka ibadahnya salah.

Maka dari sini ada 4 kemungkinan dalam ibadah :
1. iklash yang sesui dengan syariat خالص ولموافق
2. iklash namun tidak sesui syar'iat خالص غير موافق
3. sesui syariat tetapi tidak iklash موافق غير خالص
4. tidak iklash dan tidak sesui dengan syariat غير خالص و غير موافق


dan dari 4 kemunkinan ini hanya yang iklas & sesuai syariatlah ibadahnya yang di benar .

sebagian Ayat dan hadist yang berhubungan dengan niat :
Allah telah berfirman :
وَمَا
أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ( سورة البينة :5)

Dan tidaklah mereka disuruh kecuali supaya menyembah
Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama
dengan lurus ( al bayyinah : 5 )

{
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ
لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا
مَدْحُورًا (18) وَمَنْ أَرَادَ الْآَخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا
وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا (19) سورة
الإسراء آية : 18-19 7:
17:18. Barang siapa menghendaki
kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu
apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami
tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan
tercela dan terusir.
17:19. Dan barang siapa yang menghendaki
kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh
sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang
usahanya dibalas dengan baik. ( al isra': 18-19
)
{ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (سورة النساء آية : 114)
Dan
barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka
kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.( an nisa: 114 )


Rasulullah telah bersabda :
حديث معاذ - رضي الله عنه - أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: " من غزا يريد عقالا، فإنما له ما نوى "
Hadistnya
mua'd RA sesunguhnya rasulullah telah bersabda : " barang siapa yang
berperang karena ghonimah maka baginya niat tersebut ( artinnya: dia
tidak mendapat pahala karena niatnya untuk mendapat harta rampasan
perang pent.)

وجاء في المسند أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: " رب قتيل بين الصفين الله أعلم بنيته "
حكم الحافظ -رحمه الله- بأن الحديث ممن وثق رجاله، قال: رجاله موثقون،
Dan
dalam musnad sesunggunya rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya antara
2 kelompok yang berperang ( saling membunuh ) allah lah yang tahu niat
dalam hatinya (al hafidh ibnu hajar menghukumi bahwasannya hadist ini
rawinya terpercaya sebagaiamana beliau berkata : rijaluhu mausuqun.


وجاء في الحديث الآخر أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: " ثم يبعث الله الناس على نياتهم
Dalam hadist lain dikatakan : "kemudian Allah membangkitkan manusia sesui dengan niatnya "
Kembali Ke AtasGo down
Lihat profil user http://generasi-islam.foruminute.com
blok_underground
Admin
Admin


Male
Age: 28 Registration date: 12.09.08 Jumlah posting: 58 Lokasi: mesir hobbies: baca buku dan mengarungi dunia islam

PostSubyek: Re: DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH Mon Sep 15, 2008 10:58 pm

QAIDAH KEDUA :
الدِّينُ مبني على المصالح في جلبِها والدرء للقبائح
Ad dinu mabniyun 'ala masholihi fi jalbiha wa dar ii lilqobaiihi
" agama ini bagun untuk kebaikan dan maslahat dalam penetapan syariatnya dan untuk menolak kerusakan"

dalam
kitab mulakhos mandhumah fiqhiyyah yang di ringkas oleh abu humaid
abdullah al falasi dari kitabnya as syeikh muhammad sholeh al usaimin
di katakan dalam qaidah pertamnya الدين جاء لسعادة البشر ( ad dinu ja a lisa'adatil basari ) artinya : agama islam datang untuk kebahagian manusia, dalam konteks lain dikatakan :
الدين كله جلبٌ للمصالح ودفعٌ للمفاسد
( ad dinu kuluhu jalbun lilmasholikhi wa daf'un lilmafasidi
Agama
ini ( islam) seluruh syari;atnya adalah untuk mendatangkan kebaikan
& manfaat dan untuk menolak kerusakan & mudhorot
. وهذه القاعدة هي القاعدة العامة في دين الله عز وجل.
Dan qaidah ini adalah qaidah umum dalam agama ( dienullah ) allah SWT , yang padanya dikembalikan urusan agama ini.
المراد
بالدِّين: الشريعة، مأخوذ من الفعل دان بمعنى: أطاع فمن دان لغيره، وأطاعه
فإنه قد سلم الدين له، ولما كان أهل الإيمان يطيعون الله - عز وجل - سميت
شريعة الله الدين، قال -سبحانه-: { إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ
الْإِسْلَامُ } (آل عمران:19) فقوله هنا مبني على المصالح يعني: أن
الشريعة راعت في وضع أحكامها المصالح ، المراد بالمصالح :واحدتها المصلحة،
وهي المنفعة.
Karena makna ad dien ( agama ) adalah : as syari'at diambil dari kata fi'il : daana
artinya : taat maka jika dikatakan daana lighoirihi :artinya : taat
kepada selainnya, dan makna ato'a adalah menyerahkan semua dien (
keta'atan ) kepadnya, maka tatkala orang yang beriman mereka menta'ati
allah SWT maka dinamakan syari'at allah itu adalah : ad dien ( agama )
sebagaimana firmannya : sesunggunya ad dien (agama ) yang benar disisi
allah hanyalah islam ( ali imran : 19)

Dari firman Allah disini dapat dipahami :
bahwasanya agama islam di bagun untuk kemaslahatan artinya : semua
syari'at dalam perintah dan larangannya serta hukum-hukumnya adalah
untuk maasholihil ( manfaat-manfaat ) dan makna masholihi adalah :
jamak dari maslahat artinya : manfaat dan kebaikan
Misal : allah
melarang minuman keras dan judi karena mudharat ( bahayanya ) lebih
besar dari pada manfaatnya, sebagaimana dikatakan dalam QS : al
baqorah :219)
يَسْأَلُونَكَ
عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ
لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
2:219.
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada
keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia,
tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya".

Dan misal-misal yang lainya :
seperti pengaraman babi, nikah mut'ah ( bagi yang ngotot
menghalalkannya mudharatnya lebih besar: misal : menimbulkan penyakit
sexual ,karena sering berganti-ganti pasangan karena vagina menerima
kadar asam sperma yang berbeda-beda, bisa merusak keturunan, si anak
tidak diketahui siapa bapaknya , merusak kaidah berumah tangga dsb
sebagaimana dijelaskan oleh akh metrix, DI tread lainnya)

وليست
المنفعة والمصلحة عايدة لله - تعالى- فهو سبحانه الغني كما قال -جل وعلا-:
{ * يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ
هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ (سورة فاطر 15) } (2) فهو- سبحانه- غني، إنما
المصلحة عائدة إلى الخلق، وليس المراد بذلك موافقة الأهواء والرغبات التي
ترغبها النفوس؛ فإن ذلك مخالف لمعنى الدين والطاعة .
فالطاعة مبنية على
الالتزام بأوامر الله ؛ لذلك جاءت الشريعة بالنهي عن اتباع الهوى: { وَلَا
تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ } (سورة ص آية : 26)
فلاتباع الهوى مضار عديدة وشرور وخيمة، ليست المصلحة أبدا في اتباع الهوى.
إذا تقرر ذلك فما هو المصدر الذي نحكم من خلاله أن هذا الفعل مصلحة أو مفسدة للناس؟
Dan bukanlah manfaat dan maslahatnya kembali kepada ALLAH , karena sesungguhnya allah maha kaya sebagaimana
firmanya : QS alfatir 35:15. Hai manusia, kamulah yang berkehendak
kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan
sesuatu) lagi Maha Terpuji
.
Sesungguhnya ALLAH maha kaya dan
maslahat serta faedahnya kembali untuk hambaNYA dan bukanlah yang
dimaksud disini adalah sesui dengan hawa nafsu dan apa-apa yang di
inginkan nafsu manusia, karena itu menyelisihi makna addien ( agama )
dan keta'atan , sedangkan ketaatan dibangun diatas iltizam ( berpegang
teguh ) dengan perintah serta larangan allah, maka untuk inilah
syari'at islam melarang untuk mengikuti dan memperturutkan hawa nafsu sebagaimana firmanya : : jangan lah kamu mengikuti hawa nafsu sehingga kamu tersesat dari jalan allah ( QS : shood : 26 )
Karena
mengikuti hawa nafsu akan menumbulkan bahaya yang banyak, kejelakan
serta kehinaan, dan tidak ada di dalamnya maslahat serta manfaatnya
sedikitpun dalam mengikuti hawa nafsu, maka jika kita mengakui hal
tersebut maka apakah sumber beragama kita yang kita mengambil hukum
tatakala mempertimbangkan : ini adalah bermanfaat dan baik buat manusia
ataupun sebaliknya ?
Kembali Ke AtasGo down
Lihat profil user http://generasi-islam.foruminute.com
blok_underground
Admin
Admin


Male
Age: 28 Registration date: 12.09.08 Jumlah posting: 58 Lokasi: mesir hobbies: baca buku dan mengarungi dunia islam

PostSubyek: Re: DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH Mon Sep 15, 2008 10:58 pm

Dari sini ada 2 golongan manusia yang mensikapi agama ini :
1.لا يوليها او اهتمام
orang yang tidak memperdulikan dan tidak bersungguh-sungguh dalam
mempertimbangkan masalah manfaat dan mudharat ( seperti sebuah fatwa
yang bisa merugikan orang banyak & membunuh jiwa pent.) yang ada
pada mereka adalah hanya semangat sehingga tidak memperhatikan qaidah
fiqh & menjauhi ilmu fiqh dan usul serta qaidahnya.
2. يوازنون موازنة الصحيحة يبن درء المفاسد و جلب المصالح
orang yang menimbang dengan timbagan yang shahih dalam menolak mudharat
dan mengambil manfaat dalam beragama dan berkata dan berfatwa, dan ini
harus dengan dalil dan syari'at ALLAh bukan hanya sekedar perasaan
& dengan akal lebih-lebih hawa nafsu.


Misalnya :
sebagian ulama mengharamkan rokok , karena dan mudharatnya lebih besar
dari pada manfaatnya dengan dalil sbb ( sekalin ini bantahan kepada akh
dalam treadnya )
1. Firman Allah ta'ala :
و يحل لهم الطيبات و يحرم عليهم الخبائث ( الاعراف : 157)
Dan dia menghalalkan yang baik bagi mereka serta mengharamankan bagi mereka segala sesuatu yang buruk " ( al a'raf : 157 )
Rokok termasuk hal yang buruk dan membahayakan diri sendiri , & orang lain serta tak sedap baunya.
2. ولا تلقوا بأيديكم الى التهلكة ( البقرة : 195 )
' dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan " ( al baqoroh : 195)
rokok mengakibatkan penyakit yang bisa membinasakan seperti kanker, penyakir paru-paru dan lain sebagainya.
3. ولا تقتلوا أنفسكم ان الله كان بكم رحيما ( النساء : 29 )
Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya allah terhadap kalian maha menyayangi ( an nisa : 29 )
Rokok bisa membunuh penghisapnya secara perlahan-lahan
4. واثمهما اكبر من نفعيهما ( البقرة : 19 )
'dosa keduanya ( minuman keras & judi ) lebih besar dari pada manfaatnya ( al baqoroh : 219 )
rokok bahayanya lebih besar dari pada manfaatnya baik bagi dirinya sendiri ataupun orang lain.
5. ولا تبذر تبذيرا ان المبدرين كانوا اخوان الشياطين ( الاسراء : 26 )
'
janganlah menghambur-hamburkan ( hartamu ) dengan boros, sesungguhnya
pemborosan itu adalah saudaranya syaithon ( al isra' : 26 )
membeli rokok adalah merupakan pemborosan & pemborosan termasuk perbuatannya syaithon.
6. Rasulallah SAW bersabda : لا ضرار و لا ضرار
' tidak boleh membahayakan diri sendiri ataupun orang lain '
merokok membahayakan si perokok, menganggu orang lain & membuang-buang harta.
7. Sabda Nabi Muhammad SAW :
و كره ( الله ) لكم اضاعة المال ( متفق عليه )
' Allah membenci untukmu perbuatan menyia-yiakan harta' ( HR bukhari-muslim ).
Merokok adalah menyia-nyiakan harta & dibenci Allah.
8. sabda Rasulallah SAW :
انما مثل الجليس الصالح و الجليس السوء كحامل المسك و نافخ الكير ( متفق عليه )
'
perumpamaan kawan duduk yang baik dengan kawan duduk yang jelek ialah
seperti pembawa minyak wangi dengan peniup api ( tukang pandai besi )'
( HR Bukhari-muslim )
perokok adalah kawan duduk yang jelek yang
meniup api yang bisa membakar orang di sekitarnya ataupun menyebabkan
bau yang tidak sedap.
من تحسى سما فقتل نفسه فسمه في يده يتحساه في نار جهنم خالدا مخلدا فيها أبجا ( رواه مسلم )
'
Barang siapa menghirup ( meminum ) racun hingga mati maka racun itu
akan berada di tangannya lalu dihirupkan slama-lamanya di neraka
jahannam ( HR Muslim ).
Rokok mengandung racun ( nikotin ) yang membunuh penghisapnya perlahan-lahan & menyiksanya.
Sabda Rasulallah SAW :
من أكل ثوما أو بصلا فليعتزلنا وليعتزل مسجدنا وليقعد بيته ( متفق عليه )
'
Barang siapa makan bawang putih atau bawang merah hendaknya menyingkir
( menjauh ) dari kita dan menjauhi masjid kami dan duduklah dirumah (
HR Bukhari-Muslim ).
Rokok lebih busuk baunya dari pada bawang putih ataupun bawang merah .
11.
Sebagian besar ahli fiqh mengharamkan rokok, sedang yang tidak
mengaharamkan rokok belum melihat bahayanya yang nyata yaitu penyakit
kanker dan paru-paru yang bisa membunun penghisapnya.
( bisa lihat buku bimbingan islam untuk masyarakat karya as syeikh muh. zamil zainu )
Kembali Ke AtasGo down
Lihat profil user http://generasi-islam.foruminute.com
blok_underground
Admin
Admin


Male
Age: 28 Registration date: 12.09.08 Jumlah posting: 58 Lokasi: mesir hobbies: baca buku dan mengarungi dunia islam

PostSubyek: Re: DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH Mon Sep 15, 2008 11:00 pm

sumber dalil dari qaidah ini adalah :

وهذه
القاعدة: قاعدة بناء أحكام الشريعة على جلب المصالح ودرء المفاسد يدل
عليها أدلة عديدة، منها: قوله - سبحانه-: { وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا
رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (107) } فمقتضى كون هذه الشريعة الرحمة أن تكون
جالبة للمصلحة دافعة للمفسدة، وقال -جلَّ وعلا-: { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ
لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ
الْإِسْلَامَ دِينًا } فإكمال النعمة بإتمام هذا الدين، وتمام النعمة
وإكمالها يكون بكون هذا الدين جالبًا للمصالح، دافعا للمفاسد.
Dari
qaidah ini : dalam membangun hukum-hukum syari'at untuk mengambil
manfaat & faedah serta menolak mudharat telah menunjukkan
dalil-dalil yang jelas dari alqur'an diantaranya :
1. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (سورة الأنبياء آية : 107)
Dan tidak lah kami mengutusmu ( ya muhammad ) kecuali sebagai rahmat untuk semesta alam ( al anbiya: 107 )
Dan
salah satu tujuan dari di utusnya Rasulullah adalah sebagai rahmat :
dan salah satu tuntutan dari kalimat " rahmad " adalah : hendaknya
syari'at itu untuk mengambil manfaat dan maslahat dan untuk menolak
bahaya dan kerusakan.
2. { الْيَوْمَ
أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ
لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا }سورة المائدة آية : 3
" pada
hari ini telah aku sempurnakan bagi kalian agama kalian dan telah kami
cukupkan nikmatKU dan telah aku ridahi islam sebagai agama kalian ( al
amidah : 3 )

sempurna dan cukupnya nikmat ini : adalah
dengan di sempurnakannya agama islam dan nikmat itu sempurna serta
cukup dengan agama yang syariatnya untuk mendapatkan faedah &
manfaat bagi manusia serta untuk menolak bahaya dan kerusakan.

ولأهمية
هذه القاعدة اعتنى العلماء بها، بل قد أخرجها الإمام العز بن عبد السلام
بِمُؤَلَّفٍ كامل وجعل أحكام الشريعة كلها تدور على هذه القاعدة،

Karena
pentingnya qaidah ini maka ulama merasa cukup dan bersungguh sunguh
dalam meperhatikan qaidah ini bahkan telah mengemukakannya al imam al
izzi bin abdus salam dalam kitabnya yang lengkap dan menjadikan
hukum-hukum syari'ar semuanya berputar dan bersumber dari qaidah ini

KAIDAH KETIGA :


فإذا تزاحم عدد المصالحِ يُقدَّم الأعلى من المصالحِ
( FA IDHA TAZAKHAMA ADADUL MASHALIKHI YUQODDAMUL A'LA MINAL MASHOLIKHI )
artinya
: jika dalam suatu masalah bertabrakan antara manfaat satu dengan yang
lainnya maka di dahulukan & diambil manfaat yang paling besar /
tinggi



هذه
قاعدة تزاحم المصالح، والمراد بهذه القاعدة: إذا لم يتمكن العبد من فعل
إحدى المصلحتين إلا بتفويت الأخرى فماذا يعمل؟ حينئذ ذكر المؤلف بأنه
يُرجِّحُ بين المصالح فيفعل المصلحة العظمى، ولو كان في سبيل ذلك ترك
للمصلحة الأقل، وهذه قاعدة في الشريعة مقررة بعدد من الآيات والأحاديث
منها قول الله - عز وجل - { وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ
إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ } (سورة الزمر آية : 55) ومنها قوله -جل وعلا-:
{ فَبَشِّرْ عِبَادِ (17) الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ
فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ } (سورة الزمر آية : 17-18) وأحسنه يرجع إلى
القول، فإذا تزاحمت المصالح التي يكون فيها تحقيق لأحكام من أحكام
الشريعة، فإننا نتبع الأحسن.
Qaidah ini disebut " tazakhumul masholeh "
( bertabrakan beberapa maslahat/ keutamaan ) dan yang dimaksud dengan
qaidah ini adalah: :jika seorang tidak bisa memilih salah satu dari 2
keutamaan / maslahat, kecuali dengan mengalahkan salah satu dari
maslahat itu, maka apa yang harus dilakukan ? maka di sini pengarang (
as syeikh abdur rahman as sa'di) menyebutkan : harus mengutamakan
maslahat / keutamaan yang lebih besar walaupun harus meningalkan
maslahat / keutamaan yang lebih kecil, dan qaidah ini dalam syari'at islam bersumber dari ayat al qur'an dan hadist rasulullah SAW diantaranya :
1. firman allah dalam QS az zumar: 55:. Dan ikutilah sebaik-baik apa yang Telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu[ alqur'an ]
2. firman
allah QS al zumar : 17-18 :sampaikanlah berita itu kepada hamba-
hamba-Ku, 18. Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang
paling baik di antaran mereka.
Maka yang paling baik dikembalikan
kepada ucapan ini, jika bertabrakan antara manfaat/ keutamaan yang
didalamnya untuk mendapatkan hukum dari hukum-hukun syariat maka kami
mengikuti yang palin baik.


وإذا
تأمل الإنسان أحكام الشريعة وجد أن المصلحة فيها على أنواع: فمرات تكون
المصلحة متحتمة واجبة مثل: الصلوات المفروضة، ومرات تكون المصلحة مستحبة
مندوبة مثل: الصلوات النوافل، ومرات تكون المصلحة يراد وجودها في المجتمع
ولو لم يفعلها جميع أفراد المجتمع مثل: صلاة الجنازة، تغسيل الميت، ومرات
يراد بالمصلحة أن تتحقق من جميع الأفراد.
Kembali Ke AtasGo down
Lihat profil user http://generasi-islam.foruminute.com
blok_underground
Admin
Admin


Male
Age: 28 Registration date: 12.09.08 Jumlah posting: 58 Lokasi: mesir hobbies: baca buku dan mengarungi dunia islam

PostSubyek: Re: DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH Mon Sep 15, 2008 11:01 pm

Jika manusia mau memperhatikan hukum-hukum syariat maka akan mendapati
maslahat yang banyak jenisnya : ada maslahat yang sudah ditentukan dan
merupakan kewajiban seperti : sholat wajib, kadang mendapati maslahat
yang disukai dan di sunnahkan, seperti sholat-sholat sunnah, kadang
maslahat yang di syari'atkan yang harus ada di masyarakat walaupun
tidak semunya mengerjakan seperti misal : sholat jenazah, memandikan
mayit, dan kadang juga ada maslahat yang harus dikerjakan oleh semua
angota masyarakat.

وهذه المصالح منها مصالح معتبرة للشارع نص على حكمها، والعلماء يقسمون المصالح إلى ثلاثة أقسام:
Dan
maslalat-maslahat ini diantaranya maslahat yang mu'tabar ( diakui &
dikenal ) dalam syariat dan telah di tentukan hukumnya, dan ulama'
menbagi maslahat ini menjadi 3 bagian :

القسم
الأول: مصالح معتبرة، وهي التي شهد لها الشارع بالاعتبار سواء كان ذلك
بطريق الشرع بطريق الكتاب، أو بطريق السنة، أو بالإجماع، أو بالقياس.
Pertama:maslahatul
mutabaroh (maslahat yang sudah terkenal ) dan dia adalah yang telah di
akui oleh syari'at kemaslahatannya, baik dengan dalil alqur'an ataupun
sunnah, ataupun ijma & qiyas. ( seperti contoh-contoh diatas )

والنوع
الثاني: قالوا مصالح ملغاة، وهي المصادمة لنص شرعي، ومثلوا لها بمن لا
يرتدع عن التحفظ في يمينه إلا بالصيام ، لا يردعه الإطعام، ولا يردعه
الكسوة، فلو قال قائل بأن هذا الشخص نوجب عليه صيام ثلاثة أيام؛ لأنه لا
يرتدع عن التحفظ في يمينه إلا بالصيام لكانت هذه مصلحة ملغاة في الشرع؛
لأن الشريعة جاءت بأن الحانث في يمينه يطعم أو يكسو أو يعتق، فإذا لم يجد
انتقل للصيام
Kedua :
maslahatul mulqoh (maslahat yang gugur), dia dia maknanya: yang
bertabrakan dengan dalil, seperti misal, orang yang melangar sumpahnya
sedang dia tidak bisa menebus kafarahya kecuali dengan puasa, karena
tidak mampu memberi makan fakir dan miskin atau memberikan penghidupan
& pakaian, maka jika dikatakan kepada orang ini : wajib bagi kamu
puasa 3 hari karena tidak bisa menjaga sumpahnya kecuali dengan puasa,
akan tetapi maslahat ini digugurkan oleh syari'at, karena dalam
syari'at kafarah bagi yang melangar sumpah, harus memberi makan fakir
dan miskin atau memberikan kehidupan & pakaian atau membebaskan
budak, namun jika tidak di dapati dan tidak mampu maka sebagia gantinya
adalah puasa.
النوع
الثالث: مصالح مرسلة، وهي التي لم يأت بها نص لا بإلغائها ولا باعتبارها،
وقد اختلف العلماء في حجيتها، فمنهم من يثبت الحجية، ومنهم من ينفي
الحجية، وقد رأى شيخ الإسلام ابن تيمية وابن القيم -رحمهم الله- أنه لا
يمكن أن توجد مصلحة مرسلة، بل المصالح جميع المصالح مُعْتَبَرة جميعا. من
رأى مصلحة ظنها مرسلة فلا يخلو من أحد أمرين:

الأمر الأول: أن تكون مفسدة، ولا تكون مصلحة.
والأمر
الثاني: أن يدل عليها نص من الشارع خفي على ذلك الفقيه، وفي هذا القول
قوة، وفيه إثبات لكمال الشريعة ولشمولها، والناظر في النصوص الشرعية يجدها
شاملة لأغلب مصالح العباد، وأن المرء لا يحتاج إلى القياس إلا في مواطن
قليلة تسد النقص الوارد في دليل النصوص على الحوادث.
Tiga :
masholihil mursalah yaitu : maslahat yang tidak didapati dalilnya, baik
pengugurannya atau penetapanya, dan telah berselisih sebagian ulama'
dalam menjadikan dalil& hujjah maslahat ini , ada sebagian yang
menjadikan nya dalil dan ada sebagian yang menolaknya, dan telah
berpendapat as syeikhul islam ibnu taimiyyah dan ibnu qayyim, (semoga
allah meroahmati mereka berdua) : bahwasanya tidak munkin ada maslahat
mursalah, karena semua maslahat itu sudah pasti mu'tabar ( di kenal dan
ditetapkan syari'at ) ,jika ada sebagian yang menganggap itu maslahat mursalah maka tidak lepas dari dua hal :
1.munkin hal itu mafsadah ( mudharat & bahaya ) bukan maslahat ( manfaat & faedah )
2.sudah
ada dalil penetapannya oleh syari'at namun tersembunyi ( samar ) bagi
sebagian faqih ( orang yang mengerti fiqh ) dan pendapat ini sangat
kuat , karena menetapkan bahwasanya syari'at islam sudah paripurna dan
sempurna, jika kita memperhatikan dalil-dalil syar'iyyah maka akan kita
dapati bahwasanya syari'at ini mencapuk keumuman maslahat bagi manusia,
dan seseorang itu tidak membutuhkan qiyas kecuali hanya pada hal-hal
yang amat sedikit sekali yang munkin kurang adanya dalil-dalil dalam
hal-hal ( kejadian ) tersebut.
Kembali Ke AtasGo down
Lihat profil user http://generasi-islam.foruminute.com
blok_underground
Admin
Admin


Male
Age: 28 Registration date: 12.09.08 Jumlah posting: 58 Lokasi: mesir hobbies: baca buku dan mengarungi dunia islam

PostSubyek: Re: DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH Mon Sep 15, 2008 11:01 pm

CONTOH PENERAPAN QAIDAH INI :
فإن
تعليم العلم أفضل من صلاة النافلة؛ لكون النفع هنا متعديا إلى الغير،
ولذلك الفعل الواجب أولى من الفعل المستحب المسنون كما ورد في الحديث عند
البخاري: " ما تقرَّب العباد إليَّ بمثل ما افترضتُ عليهم " .
Mencari
ilmu syar'iyyah lebih utama dari pada sholat sunnah, karena mencari
ilmu selain bermanfaat bagi dirinya juga bermanfaat bagi orang lain,
berbeda dengan sholat sunnah manfaatnya untuk diri sendiri, maka dari
sini mengerjakan hal yang wajib lebih diutamakan dari pada hal yang
sunnah, sebagaimana dikatakan dalam hadist bukhari : "sesunggunya
dekatnya seorang hamba kepadaku semisal apa-apa yang telah aku wajibkan
atas mereka" artinya semakin banyak seorang hamba mengerjakan kewajiban
akan semakin dekat dengan allah dan rasululnya,

ومن هنا فمن دخل المسجد والصلاة الفريضة قد أقيمت، قدَّم الفريضة على تحية المسجد وعلى النافلة - نافلة الفجر ونحوها من النوافل..
Dari
sini maka : jika dia masuk masjid sedang sholat wajib sudah di tegakkan
maka mendahulukan sholat wajib tersebut dari pada sholat tahiyatul
masjid, atau sunnah yang lainya ( seperti 2 rakaat sebelum subuh) dan
semisalnya.

ومن
القواعد الترجيح بين المصالح: إنهم قالوا: إن المصلحة الخاصة مقدمة على
المصلحة العامة في محل الخصوص، ويعمل بالمصلحة العامة فيما عداه. يمثلون
لذلك بقراءة القرآن، قالوا: هذا فيه مصلحة، فهو أفضل الذكر، ولكن في
المحال الخاصة يقدم عليها الذكر الخاص، مثل: أذكار الصلوات، وأذكار بعد
الصلوات، وأذكار الصباح، والمساء، فهذه يقدَّم فيها الذكر الخاص في محل
الخصوص.
Maka dari qaidah tarjih antara bebera maslahat
(keutamaan ) mereka ( ulama ) berkata: sesunggunya maslahat yang khusus
di dahulukan dari pada maslahat yang umum dalam tempat-tempat yang
tertentu, dan mengerjakan maslahat yang umum jika tidak pada tempat
yang tertentu dan khusus, misalnya : membaca alqur'an , mereka berkata
: dan ini termasuk maslahat & keutamaan , dan alqur'an merupakan
dzikir paling utama, akan tetapi jika di tempat & waktu tertentu
lebih diuatamakan dzikir khusus misalnya : dzikir sholat , ( setelah
sholat wajib ), dzikir & doa pagi dan petang ( jika telah tiba
waktunya ) maka ini maknanya mendahulukan dzikir khusus di tempat yang
khusus, sedang alqur'an bisa dibaca dialin waktu dan kapanpun., misal
lainya, mengikuti & menjawab adhan, doa setelah adhan lebih
diutamakan dapi pada membaca alqur'an karena waktunya yang khusus &
tertentu.

Misal yang lain:
Dalam masalah yang wajib :
seseorang memiliki hutang puasa ramadhan 3 hari sedang dia juga
memiliku hutang puasa nadhar sedang waktu nya sudah mendekati bulan
ramdhan sedang keduanya sama-sama wajib mana yang diuatamakan ? melihat
keutamaan yang yang agung dan besar maka lebih diutamakan untuk
mengerjakan puasa ramadhan.
Contoh dalam hal yang sunnah :
seseorang masuk masjid dan dia ingin mengerjakan sholat sunnah
tahiyatal masjid dan sunnah qobliyah ( rowatib ) sedang waktunya sudah
mepet dan tinggal sedikit karena imam sudah ada sedang mngerjakan
sholat sunnah juga mana yang di diutamakan ? para ulama: mengatakan
diutamakan dahulu tahiyatal masjid karena sunnah muakad bahkan sebagian
ahlul ilmi ada yang mengatakan wajib.

Misal dalam alqur'an al :

ان تبدوا الصدقات فنعما هيى و ان تخفوها و تؤتوها الفقراء فهو خير لكم اابقرة :271.
Jika
kamu menampakkan sedekah(mu)[1], Maka itu adalah baik sekali. dan jika
kamu menyembunyikannya[2] dan kamu berikan kepada orang-orang fakir,
Maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. ( al baqoroh : 271 -273 )

[1] menampakkan sedekah dengan tujuan supaya dicontoh orang lain.
[2]
menyembunyikan sedekah itu lebih baik dari menampakkannya, Karena
menampakkan itu dapat menimbulkan riya pada diri si pemberi dan dapat
pula menyakitkan hati orang yang diberi.

Dari ayat ini dapat
kita ketahui bahwasanya : bersedekah dengan sirr ( sembunyi ) lebih
utama dan didahulukan dari pada sedekah denagn jahr ( terang-terangan )
Kembali Ke AtasGo down
Lihat profil user http://generasi-islam.foruminute.com
blok_underground
Admin
Admin


Male
Age: 28 Registration date: 12.09.08 Jumlah posting: 58 Lokasi: mesir hobbies: baca buku dan mengarungi dunia islam

PostSubyek: Re: DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH Mon Sep 15, 2008 11:04 pm

KAIDAH KEEMPAT
وضدُّه تزاحمُ المفاسدِ فارْتَكِب الأدنى من المفاس
WADHIDDUHU TAZAKUMUL MAFASIDDI FARTAKABU ADNA MINAL MAFASIDI
ARTINYA:
adapun lawannya jika bertabrakan antara mudharat satu dengan yang
lainya maka diambil mudharat yang paling kecil dan ringan



وضد
القاعدة السابقة تزاحم المفاسد بحيث لا يتمكن المرء من ترك المفسدتين معا،
وإنما يتمكن من ترك أحدهما بشرط ارتكاب الأخرى، فحينئذ يرتكب المفسدة
الأقل من أجل درء المفسدة الأعلى، وهذه القاعدة لها أدلة في الشريعة، من
أدلتها قوله -جل وعلا-: { فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا
إِثْمَ عَلَيْهِ } (سورة البقرة آية : 173)
Adapun lawan dari kaidah yang sebelumnya adalah " tazakumul mafsid "
( bertabrakan antara mudharat satu dengan yang lainnya ) dimana
seseorang tidak mampu meningalkan dua mudharat & mafsadah ( bahaya)
secara bersamaan yang dia mampu adalah meninglakan yang satu tetapi
tidka bisa lepas dari bahaya yang lainnya, maka jika menghadapi kondisi
yang demikian itu : dia harus memilih bahaya yang lebih kecil &
ringan untuk mencegah bahaya & mafsadah yang lebih besar,.

Adapun dalil dari qaidah ini adalah firman allah ta'ala :

{ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ } (سورة البقرة آية : 173)

Tetapi
barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak
menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa
baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( al
baqorah : 173 )


وهنا
تعارضت مفسدتان: المفسدة الأولى: مفسدة النفس، والمفسدة الثانية: الأكل من
الميتة، فتُجُنِّبَت المفسدة الأشد، ولو كان في ذلك ارتكاب المفسدة الأقل
بأكل الميتة.
Dari ayat ini diketahui adanya dua bahaya, yaitu
bahaya bagi diri sendiri ( jika tidak makan dia akan mati ) , dan
bahaya kedua memakan bangkai yang haram , maka jalan keluat dari 2
bahaya itu adalah memilih bahaya yang lebih ringan yaitu memakan
bangkai.


وكما
أن المصالح تتقسم لأقسام عدة، كذلك المفاسد، وقوله: "على المصالح في
جلبها" يعني: في إحضارها والعمل بها، "والدرء للقبائح" :الدرء المراد به
الإبعاد، المراد بالقبائح: المفاسد، والمفاسد منها: مفاسد مكروهة، ومفاسد
محرمة، المفاسد المحرمة منها ما هو كبائر، ومنها ما هو صغائر، وتتفاوت في
نفسها إلى مراتب عديدة،.
Sebagaiaman masholeh ( mashatah
& manfaat ) itu terbagi menjadi berbagai macam ( lihat pembahasan
sebelumnya ) maka begitu juga al mafasid ( muhdarat & bahaya ) ,dan
makan ucapan dari qaidah kedua an dinu mabniyun " ala mashalihi fil jalbiha "artinya : untuk memndatangkannya dan beramal dengannya. Dan makna dari " ad dar'ii lil qobaikhi "
: ad dar'ii maknanya menjauhkan & menhilangkan, sedang makna " al
qobaikhi "adalah mafsadah atau bahaya, dan diantara macam-macam
mafsadah & bahaya itu diantaranya :
1.mafsadah yang makruh, : مفاسد مكروهة
2. mafsadah yang haram , المفاسد المحرمة yang diantaranya bisa termasuk bahaya yang besar adapula yang kecil
, dan perbedan ini bertingkat-tingkat tergantung keadanya.

وكما سبق فنجتنب الصغيرة ولو فعلنا المكروه، ونجتنب الكبيرة ولو كان في ذلك فعل الصغيرة إذا لم يمكن ترك الجميع.
Sebagaimana
penjelasan diatas dalam pembagian mafsadah , maka kita tinggalkan
mafsadah yang haram walupun kecil dan kita memilih mafsadah yang
makruh, dan kita meningalkan mafsadah muhararomah yang besar walupun
harus mengerjakan mafsadah muharromah yang kecil, jika tidak ada
pilihan lagi dan tidak munkin bagi kita meninggalkan semuanya.

وكذلك
من المفاسد ما يتعلق بالغير ومنها ما هو قاصر على النفس، فالمفسدة القاصرة
على النفس نرتكبها إذا لم نتمكن من درء المفسدة المتعلقة بالغير إلا
بارتكاب المفسدة الأولى، مثال ذلك: إذا كان الإنسان مضطرا للأكل ولم يجد
إلا ميتة أو طعاما لمن كان في مثل حالته فحينئذ إن أكل من الطعام الآخر-هو
حلال- لكنه فيه مفسدة متعلقة بالغير، والميتة ليس فيها مفسدة متعلقة
بالغير، فنقدم المفسدة القاصرة على النفس على المفسدة المتعلقة بالغير.
Dan
begitu juga ada mafsadah & bahaya yang kadang berhubungan dengan
orang lain, dan berhubungan dengan diri sendiri, maka jika dalam hal
seperti ini, kita harus memilih mafsadah yang berhubungan dengan diri
sendiri jika tidak mungkin meningalkan keduanya, misalnya :
Jika
ada seseoarang yang sangat membutuhkan kepada makanan dan tidak
mendapati kecuali bangkai atau binatang yang haram serta makanan yang
halal tetapi milik orang lain yang sama keaadannya dengan dia ( sangat
membutuhkan makannan ) , maka jika dia makan makanan yang halal milik
orang lain tersebut yang bisa menyebabkan bahaya orang lain , sedang
jika kita makan bangkai tersebut tidak membahayakan orang lain maka
kita harus memilih memakan bangkai yang hanya berhubungan dengan diri
sendiri bukan orang lain.
Kembali Ke AtasGo down
Lihat profil user http://generasi-islam.foruminute.com
blok_underground
Admin
Admin


Male
Age: 28 Registration date: 12.09.08 Jumlah posting: 58 Lokasi: mesir hobbies: baca buku dan mengarungi dunia islam

PostSubyek: Re: DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH Mon Sep 15, 2008 11:07 pm

ومثال ذلك -أيضا- لو
قيل للإنسان اقتل غيرك وإلا قتلناك، فحينئذ هنا مفسدتان: قتل النفس، وقتل
الغير، والمفسدة المقدمة هنا المفسدة المتعلقة بالنفس، فنرتكب تلك
المفسدة، ونتحمل القتل من أجل أن ندرأ المفسدة الأعظم المتعلقة بقتل الغير.Missal yang lainnya :
Jika
dikatakan kepada seseorang bunuh orang lain jika tidak kami akan
membunuhmu, maka di sana ada dua mudharat dan bahaya, yaitu : terbunuh
jiwanya dan terbunuh orang, maka mafsadah yang kita ambil adalah
mafsadah yang berhubungan dengan diri sendiri, dan kita siap dibunuh
demi untuk menhilangkan bahaya yang lebih besar yang berhubungan dengan
orang lain.

CONTOH DARI HADIST :

Sebagaimana
di ceritakan tentang keinginan umar untuk membunuh Abdullah bin ubai
bin salul, di sana ada 2 mudharat yaitu : Abdullah bin salul yang suka
mencela & menhina islam dan yang kedua jiak di bunuh akan
menimbulkan fitnah dan manusia akan mengira bahwasanya rasulullah telah
membunuh para shohabatnya. Maka tidak membunuhnya lebih di utamakan
oleh rasulullah demi maslahat yang lebih uatama dan ,memilih mafsadah
yang lebih kecil.

Contoh lain :
Jika
dikatakan munimlah khomer ( minuman keras ) kalo tidak aku akn bunuh
kamu ? di sana ada dua mudharat yaitu minum khomer yang haram dan di
bunuh jika tidak mau minum , maka kita memilih untuk minum khamer demi
menolak bahaya yang lebih besar yaitu keselamata jiwa kita terancam
Kembali Ke AtasGo down
Lihat profil user http://generasi-islam.foruminute.com

DAFTAR ISI QOWAIDUL FIQHIYAH

Topik sebelumnyaTopik selanjutnyaKembali Ke Atas
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum: Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM GENERASI ISLAM ::  ::  -
Free forum | © phpBB | Free forum support | Report an abuse | Create a blog